Rabu, 18 Desember 2013

99 Cahaya di Langit Eropa oleh Hanum Salsabiela Rais

Buku ini ternyata bukan sekedar tentang jalan-jalan ke Eropa yang didapat, tapi pelajaran sejarah yang enak dibaca. Sejarah yang makin membukakan mata saya tentang Islam yang rahmatan lil 'alamin.

Penulis buku ini adalah pegiat jurnalistik lulusan Kedokteran Gigi UGM, yang kemudian bekerja sebagai jurnalis di satu televisi swasta di Indonesia. Selain juga putri dari Amien Rais

Buku ini seolah menjadi buku pengantar untuk mempelajari sejarah peradaban Islam di dunia. Bagi dunia awam yang belum tahu atau baru tahu sedikit sekali tentang sejarah peradaban Islam di Dunia, setelah membaca buku ini mungkin akan tergerak untuk mencari buku-buku referensi tambahan yang berkaitan dengan sejarah Islam. Misalnya seperti saya yang jadi penasaran ingin mencari tahu lebih jauh tentang peranan ilmuwan besar Muslim, Averrous atau Ibnu Rusyd yang dikagumi oleh bangsa Eropa karena peranan beliau yang sangat besar dalam munculnya Masa Renaissance di Eropa.

Buku ini membuat sejarah yang terkadang membosankan untuk dibaca menjadi menarik dan enak dibaca. Penyampaian sejarah dibalut dalam bentuk kisah perjalanan wisata Hanum-Rangga, dan percakapan Hanum atau Rangga dengan teman mereka yang terasa mengalir.

Kisah dalam buku ini terbagi dalam 4 bagian. Yang pertama adalah perjalanan di Wina (Austria), lalu di Paris (Perancis), lalu di Cordoba – Granada (Spanyol), dan terakhir di Istanbul (Turki). Dalam sejarah peradaban Islam, negara Austria, Perancis, Spanyol, dan Turki pernah menjadi saksi kejayaan Islam sekaligus kejatuhannya.

Jejak-jejak kejayaan dan kejatuhannya itulah yang coba untuk ditelusuri Hanum melalui pertemuannya dengan beberapa orang dan kunjungannya ke beberapa situs-situs penting di negara-negara tersebut.
Melalui buku ini, Hanum mencoba untuk membumikan sejarah, khususnya sejarah perkembangan Islam ke dalam bentuk yang lebih mudah diterima kaum awam. Patut diapresiasi bagaimana Hanum bisa menterjemahkan sejarah ini ke dalam bahasa dan bentuk populer sehingga penikmat novel yang lumayan awam tentang sejarah Islam bisa lebih enjoy mempelajari sejarah tanpa ngantuk. Setidaknya itulah yang terjadi pada saya :P.